Minggu, 19 April 2015

UTS Individu



FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK MIE AFUI





A.  Introduksi
Masyarakat pada saat ini banyak mengkonsumsi mie secara instan. Sehingga produsen membut segala macam pelayanan yang sangat menarik untuk memanjakan konsumen mulai dari harga, kualitas bahan makanan, variasi menu, pelaynan baik, sampai tempat yang bersih dan menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan. Maka banyak pelaku bisni mencari ide untuk membuka usaha suatu bisnis atau usaha yang banyak diminati oleh semua kalangan agar suatu usaha dapat berjalan dengan sukses. Salah satu usaha yang sering dikunjungi mahasiswa atmajaya dan penduduk sekitar tambakbayan adalah mie afui.
 Mie afui disebut sebagai usaha yang diminati oleh semua kalangan, karena baik pekerja, ibu rumah tangga, mahasiswa, maupun pelajar dapat merasakan usaha mie afui tersebut. Para pekerja dapat meluangkan waktunya untuk makan mie afui pada siang hari maupun sore hari, begitu juga dengan mahasiswa. Salah satu produk mie yang diteliti penulis merupakan “ MIE AFUI” di tambakbayan belakang kampus fisip uajy. Mie afui ini berada di tengah-tengah perumahan padat penduduk, serta ada kampus. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti mencoba meneliti tentang alasan konsumen makan di mie afui.  Menurut astawan (2003), saat ini mie telah menjadi salah satu pangan alternative pengganti mie. Di lihat dari keanekaragaman pangan mengkonsumsi mie sangat positif. Kandungan karbohidrat yang tinggi memungkinkan jenis bahan pangan mie diposisikan pengganti nasi, bahan mie mempunyai kandungan gizi yang banyak.


B.     RUMUSAN MASALAH
1. bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap produk mie afui ?
2. apakah faktor pendorong dan penarik yang mempengaruhi pembelian mie afui?




C.     TUJUAN PENELITIAN
1.      Mengetahui kepuasan konsumen dalam menilai produk mie afui?
2.      Analisis faktor pendorong dan penarik konsumen dalam membeli mi afui?

D.    MANFAAT PENELITIAN
1.      Sebagai bahan masukan dalam menjalankan usaha
2.      Untuk menerapkan ilmu dan teori-teori yang diperoleh selama di bangku kuliah khususnya mengenai perilaku konsumen
3.      Sebagai bahan acuan bagi peneliti lainya untuk penelitian lebih lanjut



KERANGKA TEORI
Perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini ( engel, 1994). Menurut rangkusti (2002), membedakan perilaku konsumen berdasarkan tiga jenis yaitu:
1.      perilaku konsumen dinamis, menekankan bahwa seorang konsumen, kelompok konsumen, serta masyarakat luas berubah dan bergerak sepanjang waktu. Dalam hal pengembangan strategis pemasaran, sifat dinamis perilaku konsumen menyiratkan bahwa seseorang boleh berharap bahwa satu strategi pemasaran yang sama dapat memberikan hasil yang saama sepanjang waktu dan di pasar yang sama.
2.  Perilaku konsumen melibatkan interaksi, menekankan bahwa untuk mengembangkan strategi pemasaran yang tepat, kita harus memahami yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh konsumen. Selain itu kita harus memahami apa dan dimana peristiwa yang mempengaruhi serta dipengaruhi pikiran, perasaan dan tindakan konsumen.
3.       Perilaku konsumen melibatkan pertukaran, menekankan bahwa konsumen tetap konsisten dengan defenisi pemasaran yang sejauh ini juga berkaitan dengan pertukaran.
Perilaku yang bermotivasi diawali dengan pengenalan kebutuhan (Engel,Backwell, Miniard, 1993). Kebutuhan yang dirasakan akan membangkitkan untuk berperilaku yang diperkirakan memiliki kemungkinan terbesar untuk memenuhi kebutuhan tertentu (Bayton, 1982). Kebutuhan yang dirasakan akan diekspresikan dalam perilaku pembelian dan konsumsi (Engel, Blackwell, Miniard, 1993). Jadi dengan kata lain setiap perilaku / kegiatan seseorang diarahkan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam memperoleh kepuasan sedangkan motivasi yang memberi tenaga, menggerakkan, mendorong agar seseorang berperilaku. Sehingga perilaku yang dimunculkan oleh konsumen adalah merupakan perwujudan dari adanya motivasi dari dalam diri konsumen tersebut. Perilaku yang dapat diamati oleh pemasar adalah seperangkat dari keputusan pemilihan suatu produk yang dibeli untuk pemenuhan atas kebutuhan dan keinginanya.

 


METODE PENELITIAN


  •       Jenis Penelitian
 Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif survei. Melalui penelitian survei lebih  memudahkan peneliti memperoleh data untuk mencari  kepuasan konsumen dalam menilai  produk mie afui dan mencari faktor pendorong dan penarik konsumen dalam membeli mi  afui?


  •       Obyek dan Subyek penelitian
Obyek penelitian adalah tempat mie afui yang ada di daerah tambakbayan, yaitu mie afui. Subyek penelitian yaitu para konsumen yang makan di mie afui.

  • Teknik pengumpulan data
Teknik  pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu menyebarkan kuesioner. Peneliti menggunakan kuesioner untuk memudahkan mendapatkan data sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kepuasan konsumen dan faktor pendorong serta peneaik konsumen mie afui.

  •       Analisa data
Analisa data menggunakan deskriptif kuantitatif. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Statistik inferensial. Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya dengan menghubungkan antar variabel bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Idrus, 2009 : 169). Anlisa data penelitian juga dibantu dengan menggunakan SPPS untuk memudahkan peneliti dalam mengolah data yang telah didapat.





HASIL OLEH DATA


Keterangan gambar 1 : dari 40 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pertanyaan siapakah yang pertana kali mengenalkan anda pada produk mie afui? Jawaban mereka menunjukkan persentase paling tinggi 85,00% yaitu teman dan disusul oleh jawaban 10,00% yaitu pasangan dan persentase yang terendah 5,00% yaitu keluarga.

Keterangan gambar 2 : dari dari 40 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pertanyaan  apakah anda akan merekomendasikan produk mie afui kepada kerabat anda Jawaban mereka menunjukkan persentase paling tinggi 72,50% yaitu menjawab ya dan disusul oleh persentase terendah 27,50%  menjawab tidak.

Keterangan gambar 3 : dari dari 40 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pertanyaan  apakah anda akan merekomendasikan produk mie afui kepada teman anda? Jawaban mereka menunjukkan persentase paling tinggi 67,50% yaitu menjawab ya dan disusul oleh persentase terendah 32,50%  menjawab tidak.


Keterangan gambar 4 : dari 40 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pernyataan apakah anda akan merekomendasikan produk mie afui karena pelayanan ? Jawaban mereka menunjukkan persentase yang paling tinggi adalah jawaban iya sebesar 52,50% dan jawaban terendah 47,50%.

Keterangan gambar 5 : dari 40 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberi pertanyaan  apakah anda puas terhadap produk mie afui tersebut? Diperoleh persentase tertinggi 80,00% yaitu menjawab ya, dan persentase yang terendah 17,50% yaitu menjawab tidak.






Keterangan gambar 6 : gambar ini menggunakan olah data crosstab yang artinya melihat hubungan antara jenis kelamin dengan siapakah yang mengenalkan anda pada mie afui. Dari jawaban responden total  jenis kelamin laki-laki yaitu 42,5%. Yaitu keluarga 2,5%, teman 37,5% dan pasangan 2,5 % serta  jawaban  responden total jenis kelamin perempuan sebesar 57,5%. Yaitu keluarga 2,5%, teman 47,5% dan  pasanagan 7,5%. Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa jenis kelamin yang paling banyak mengenalkan mie afui adalah perempuan yaitu 57,7% .


Keterangan gambar 7 : gambar ini menggunakan olah data crosstab yang artinya melihat hubungan antara jenis kelamin dengan apakah anda puas terhadap poduk mie afui. Dari jawaban responden total  jenis kelamin laki-laki yaitu 42,5%. Yaitu yang menjawab ya 35,0%, dan menjawab tidak 7,5%  serta  jawaban  responden total jenis kelamin perempuan sebesar 57,5%. Yaitu yang menjawab ya 45,0 %, dan yang menjawab tidak  12,5%. Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa jenis kelamin yang paling banyak puas terhadap  produk mie afui yaitu perempuan.




KESIMPULAN

menurut hasil pengolahan data di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi konsumen makan di produk mie afui adalah teman. Dan yang paling banyak puas terhadap produk mie adalah perempuan.
                                               
DAFTAR PUSTAKA

Dharmestha, B. S. (1993). “Perilaku Berbelanja Konsumen Era 90an dan Strategi Pemasaran.”jurnal Ekonomi dan Bisnis Indinesia no. 1 Tahun VII.


HASIL RISET PRIBADI UTS LUSI


Laporan Penelitian Riset Pasar : Analisis  Perilaku Konsumen ketika Belanja di Omi Mini Market
Oleh : Heni lusiawati (131005079)
I.                   INTRODUKSI
Perilaku konsumen didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan serta kegiatan individu dalam keterlibatan pemilihan, evaluasi, perolehan, penggunaan dan mendapatkan barang dan jasa (Loudon & Della Bitta). Sehingga perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan individu maupun kelompok yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan untuk memperoleh dan menggunakan suatu produk yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor (Loudon, 1990). 
Mini market merupakan pranata penjual eceran yang berstruktur departemental yang menjajakan aneka macam barang dagangan dan kebanyakan beroperasi atas dasar swalayan dengan pelayanan ke konsumen yang sesedikit mungkin, penawaran harga menawan dan ada tempat parkir yang luas (Stanton, 1991). Mini market merupakan salah satu pilihan favorit tempat belanja bagi masyarakat sekarang, khususnya masyarakat yang hidup di daerah perkotaan. Keberadaan mini market dianggap sangat penting dan sangat bermanfaat bagi mereka, setiap minggu bahkan setiap hari mereka selalu pergi ke mini market untuk membeli barang (produk) untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari mereka.
Dari fenomena dan penjelasan perilaku konsumen tersebut peneliti akan mencoba menjelaskan dan memaparkan jawaban responden tentang perilaku mereka ketika belanja di mini market. Peneliti juga akan mencoba memasukkan konsep faktor kelompok sosial (keluarga dan teman) sebagai salah satu faktor ketika memilih mini market sebagai tempat pilihan belanja.
II.                Tujuan dan Manfaat Penelitian
a.       Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah mengetahui tentang perilaku konsumen ketika memilih untuk belanja di mini market serta mengetahui kelompok sosial (keluarga dan teman) sebagai faktor yang menyebabkan konsumen memilih mini market untuk tempat pilihan belanja.
b.      Manfaat dari penelitian yang akan dilakukan ini hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mini market untuk selalu mengembangkan usahanya dan selalu memberikan kualitas yang tebaik.
III.             KERANGKA TEORI
Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan kegiatan individu yang terlibat dalam pemilihan, evaluasi, perolehan, penggunaan dan mendpatkan barang dan jasa Loudon & Della Bitta). Sehingga perilaku konsumken merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan individu maupun kelompok yang berkiatan dengan proses pengambilan keputusan utnuk memperoleh dan menggunakan suatu produk yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu variabel individual yang mempunyai pengaruh langsung terhadap proses pengambilan keputusan pembelian adalah motivasi. Kiranya bagi pemasar harus memahami variabel motivasi ini karena dengan memahami motivasi bagi pemasar akan dapat memahami mengapa konsumen berperilaku tertentu, membeli produk tertentu. Dengan memahami motivasi konsumen ini maka pemasar akan dapat menyusun rangsangan pemasaran secara lebih baik. Perilaku yang bermotivasi diawali dengan pengenalan kebutuhan (Engel, Backwell, Miniard, 1993). Kebutuhan yang dirasakan akan membangkitkan untuk berperilaku yang diperkirakan memiliki kemungkinan terbesar untuk memenuhi kebutuhan tertentu (Bayton, 1982). Kebutuhan yang dirasakan akan diekspresikan dalam perilaku pembelian dan konsumsi (Engel, Blackwell, Miniard, 1993). Jadi dengan kata lain setiap perilaku / kegiatan seseorang diarahkan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam memperoleh kepuasan sedangkan motivasi yang memberi tenaga, menggerakkan, mendorong agar seseorang berperilaku. Sehingga perilaku yang dimunculkan oleh konsumen adalah merupakan perwujudan dari adanya motivasi dari dalam diri konsumen tersebut. Perilaku yang dapat diamati oleh pemasar adalah seperangkat dari keputusan pemilihan suatu produk yang dibeli untuk pemenuhan atas kebutuhan.
IV.             METODE PENELITIAN
·         Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif survei. Melalui penelitian survei lebih memudahkan peneliti memperoleh data untuk mencari pendapat responden tentang perilaku mereka memilih untuk belanja di mini market.
·         Obyek dan Subyek penelitian
Obyek penelitian adalah tempat mini market yang ada di daerah Sleman, yaitu Omi mini market. Subyek penelitian yaitu para konsumen yang belanja di Omi mini market.
·         Teknik pengumpulan data
Teknik  pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu menyebarkan kuesioner. Peneliti menggunakan kuesioner untuk memudahkan mendapatkan data sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perilaku responden memilih untuk belanja di mini market.
·         Analisa data
Analisa data menggunakan deskriptif kuantitatif. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Statistik inferensial. Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya dengan menghubungkan antar variabel bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Idrus, 2009 : 169). Anlisa data penelitian juga dibantu dengan menggunakan SPPS untuk memudahkan peneliti dalam mengolah data yang telah didapat.
V.                Hasil Olah Data

Keterangan gambar 1 : dari 30 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pertanyaan manakah  yang menjadi alasan penting ketika belanja di Omi mini market? Jawaban mereka menunjukkan persentase paling tinggi 43,33% yaitu harganya murah dan yang terpenting barangnya sesuai dan persentase paling sedikit jawaban walaupun harganya mahal, namun kualitas barang juga bagus dengan persentase 23,33%.

Keterangan gambar 2 : dari 30 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pernyataan anda diajak teman saat pertama kali anda belanja di Omi mini market? Jawaban mereka menunjukkan persentase yang paling tinggi adalah jawaban iya mereka diajak teman ketika belanja di Omi mini market dan yang 40% menjawab tidak diajak teman.

Keterangan gambar 3 : dari 30 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pernyataan saya belanja di Omi mini market mengajak teman saya? Jawabannya menunjukkan persentase paling tinggi adalah iya mereka mengajak teman untuk membeli barang di Omi mini market dengan persentase 66,67% dan 33,33% menjawab tidak.

Keterangan gambar 4 : dari 30 responden yang menjadi narasumber, peneliti memberikan pernyataan anda diajak keluarga saat pertama kali anda belanja di Omi mini? Diperoleh data jawaban responden persentase paling tinggi adalah jawaban tidak diajak keluarga dengan persentase 73,33% dan yang menjawab iya hanya 26,67%.
pengeluaran
Alasan membeli barang di OMI mini market
Walaupun harga mahal,kualitas bagus
Harga murah,kualitas sedang
Harga murah, terpenting barang sesuai
<1.000.000
1
1
2
1.000.000-2.000.000
3
9
5
2.000.000-3.000.000
6
1
2
Keterangan gambar 5 : gambar ini menggunakan olah data crosstab yang artinya melihat hubungan antara jumlah pengeluran perbulan dengan alasan responden ketika membeli di Omi mini market. Dari jawaban responden yang pengeluarannya paling kecil yaitu < 1.000.000 responden paling banyak menjawab harga murah, dan terpenting barang sesuai. Responden yang pendapatannya 1.000.000-2.000.000 paling banyak menjawab harga murah, kualitas sedang, selanjutnya responden dengan pendapatan 2.000.000-3.000.000 paling tinggi yaitu walaupun harga mahal dan kualitas bagus. Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa alasan responden membeli barang di Omi mini market menyesuaikan dengan pendapatannya. Mulai dari pendapatan terkecil memilih alasan harga murah dan terpenting barang sesuai dan responden pendapatan terbesar menjawab harga mahal dan kualitas bagus.

umur
Pernyataan diajak teman ketika belanja di Omi mini market
iya
tidak
16-18 tahun
4
3
19-21 tahun
7
6
22-24 tahun
7
3
Keterangan gambar 6 : gambar ini menggunakan olah data crosstab yang artinya melihat hubungan antara umur responden dengan pernyataan diajak teman ketika belanja di Omi mini market. Hasilnya responden umur 16-18 paling banyak menjawab dia diajak teman, dan begitu pula reponden umur 19-21 dan 22-24.

KESIMPULAN
Menurut hasil olah data yang telah dijelaskan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa alasan konsumen memilih belanja di mini market sangat tergantung dengan pengeluaran perbulan dari responden sendiri (sesuai dengan data crosstab pengeluaran dan alasan). Serta dari hasil olah data selanjutnya menunjukkan bahwa responden memilih untuk belanja di mini market karena faktor ajakan dari teman mereka sendiri (faktor sosial).
DAFTAR PUSTAKA
Bayton. James A. (1982). ”Motivation, Cognition, Learning-Basic Factors in Consumer Behavior.” Dalam James U. McNeal and Stphen W. McDaniel (eds). Consumer Behavior: Clasical and Contemporary Dimensins. Boston. Massachussets : Little Brown and Company. Dharmestha, B. S. (1993). “Perilaku Berbelanja Konsumen Era 90an dan Strategi Pemasaran.”jurnal Ekonomi dan Bisnis Indinesia no. 1 Tahun VII.
Arif Sudaryana - Perilaku Konsumen dalam Berbelanja pada Supermarket di Yogyakarta. Jurnal AKMENIKA UPY.

Riset pasar mengenai Konsumsi Vitamin Harian sebagai Wujud Memodernisasikan Tubuh

A.    Pendahuluan


Dalam dunia yang kita sebut modern seperti saat ini begitu berlimpah pengusaha yang hidup dibidang medis dan memasarkan produknya sebagai jalan menuju kesehatan. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Foucault bahwa tidak mengehrankan bahwa masyarakat kapitalis modern gencar mempromosikan tubuh yang sehat sebagai ciri kebudayaan sentral dan kuat (2009:181). Maka tidak mengherankan di setiap apotek di manapun tersedi berbagai jenis alat-alat kesehatan, secara spesifik seperti vitamin harian yang terbuat dari berbagai bahan, entah bahan itu kimia maupun herbal. Tidak peduli dari terbuat dari bahan apa vitamin tersebut, tetap saja membanjiri pasar di dunia kesehatan.
Berdasarkan sebagian pemaparan dari Michael Foucault inilah yang membuat peneliti tertarik untuk membuat riset survei yang merupakan respon dari pernyataan Foucault di atas. Tubuh dalam dunia modern menjadi sebuah pusat, sebuah obyek medikalisasi yaitu terdapat dominasi medisin dalam modernitas sebagai munculnya kekuasaan medis atau kekuasaan klinik (2009:176). Singkat kata, dalam dunia modern begitu besar peran dunia medis yang tidak hanya sebagai agen yang “dapat mengobati” masyarakat, tetapi sebagai agen kontrol pula agar masyarakat mau menikmati jasa maupun produk yang dihasilkan oleh agen ini. Begitu juga vitamin harian yang dicipatakan, diproduksi dengan berbagai macam fungsi, seperti peninggi badan, pelangsing, vitamin dari alfabet A,B,C,D,E, dan K, dan lain-lain.  

B.     Tujuan penelitian
Mengetahui persepsi masyakat mengenai adanya vitamin harian dalam dunia modern.

C.    Rumusan masalah
Bagaimana persepsi masyarakat dengan adanya vitamin harian dalam dunia modern?

D.    Tinjauan Pustaka

C.1. Medikalisasi kehidupan Modern
Menurut Foucault dan pengikutnya, kebijakan kekasaan dalam ranah medis dalam konteks modernitas juga dapat dilihat dalam medikalisasi kehidupan modern di mana-mana. Istilah ini merupakan rujukan pada cara di mana ciri dan fungsi universal keberadaan manusia disesuaikan dan dikendalikan oleh medis.

C.2. Tubuh sebagai pusat dalam modernitas
Gagasan medis mengenai memelihara kesehatan tubuh dan menghindari sakit dengan cara melakukan diet, berolahraga, menghindari kebiasaan buruk atau tidak sehat seperti merokok dan minum minuman keras muncul mengatur dan mendisiplinkan penduduk. Di dunia pra-modern, aturan-aturan agama berpusat pada roh yang menekankan pentingnya hidup baik, jujur dan bebas dari perbuatan dosa agar nanti mendapatkan kehidupan yang damai dan nyaman di akhirat. Hal yang sebaliknya terjadi pada jaman modern di mana aturan-aturan medis berpusat pada pentingnya “merawat” seseorang secara fisik agar memperoleh kehidupan yang layak di bumi secara maksimal. Maka menurut Foucault tida mengherankan masyarakat kapitalis modern begitu gencar dan antusias memperomosikan tubuh yang sehat sebagai ciri kebudayaan yang setral dan kuat.

E.     Metode Penelitian
Penulis memilih metode penelitian kuantitatif dengan cara survei ke lapangan. Survei dilakukan pada tanggal 18 April 2015 pukul 16.00 WIB hingga selesai. Lokasi survei dilaksanakan di wilayah Jalan Babarsari. Obyek penelitian merupakan pengunjung  dua apotek di Wilayah Jalan Babarsari. Jumlah populasi yang penulis kumpulkan terdapat 30 orang. Instrumen penelitian dengan kuesioner. Peneliti melakukan olah data menggunakan software SPSS.

F.     Variabel penelitian
Dari konsep medikalisasi. Medikalisasi secara singkat dapat diartikan sebagai cara di mana ciri dan fungsi atas keberadaan manusia disesuaikan dan dikendalikan oleh medis. Peneliti menurunkan konsep tersebut menjadi sebuah variabel yaitu tingkat peranan vitamin harian.

G.    Hasil penelitian
Keterangan gambar  1


Berdasarkan pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian karena anjuran dokter”,  responden paling banyak menjawab “Tidak Setuju” dibanding keempat jawaban lain, yaitu sebesar 33,33%

Keterangan gambar 2


Berdasarakn gambar diagram kedua mengenai pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian karena rekomendasi dari keluarga”, responden terbanyak menjawab “Tidak setuju” dibanding jawaban lain, yaitu sebesar 36,67%.
  
Keterangan gambar 3

Pada gambar diagram ketiga mengenai pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian untuk membuat pekerjaan lancar”, responden terbanyak menjawab “Setuju” yaitu sebesar 36,67% dibandingkan jawaban yang lain.

Keterangan gambar 4

Pada gambar diagram keempat memiliki pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian untuk membuat penampilan saya tetap ideal”. 60,00% responden menjawab “Setuju” dengan pertanyaan demikian.

Keterangan gambar 5

Gambar diagram kelima memiliki pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian agar terlihat seperti masyarakat modern”. Responden terbanyak menjawab “Tidak setuju” dibandingkan jawaban lain, yaitu sebesar 56,67%.

Keterangan gambar 6

Pada gambar diagram keenam yang memiliki pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian karena sudah menjadi gaya hidup saya” memiliki jawaban terbanyak yaitu “Tidak setuju” yang memiliki prosentase sebesar 43,33%

H.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data, peneliti mendapatkan hasil bahwa prosentase responden yang paling besar yaitu 60,00%  mengonsumsi vitamin harian untuk membuat penampilan tubuh tetap ideal. Hal ini sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh Foucault bahwa dalam modernitas, aturan-aturan medis berpusat pada “kini”dan “di sini”, yang menekankan pentingnya “merawat ” seseorang secara fisik agar memperoleh keuntungan taua manfaat maksimum dari kehidupan di muka bumi.

Namun hal ini tidak berarti bahwa responden ingin terlihat modern dengan mengonsumsi vitamin harian. Hal ini terbukti dengan hasil pengolahan data pada pertanyaan “Saya mengonsumsi vitamin harian agar terlihat seperti masyarakat modern”. Jawaban “Tidak setuju” memperoleh perosentase sebesar 56,67%, jauh lebih besar prosentasenya dibandingkan pertanyaan yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Jones, Pip. (2009). Pengantar Teori-Teori Sosial: Dari Teori Fungsionalisme hingga Post-Modernisme. (Achmad F. Saifuddin, Trans). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia 

oleh: Brendha Gebby P (131004986)