Tampilkan postingan dengan label Heni lusiawati (131005079). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Heni lusiawati (131005079). Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2015

Laporan Penelitian Riset Pasar : Riset Lapangan tentang Pasar Klitikan


Laporan Penelitian Riset Pasar : Riset Lapangan tentang Pasar Klitikan


Introduksi
Pasar Klitikan adalah pasar yang menyediakan banyak barang-barang keperluan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti penjual sepatu, Onderdil baik bekas atau baru, penjual baju, dan sebagainya. Pada penelitian lapangan yang dilakukan peneliti berfokus tentang penelitian kegiatan pemasaran dan kerja sama yang dilakukan oleh penjual onderdil bekas di pasar Klitikan.



Tujuan Riset
Riset lapangan ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pemasaran dan kerja sama yang dilakukan oleh penjual onderdil bekas di pasar Klitikan.
Tempat dan Waktu Riset
Tempat riset ini dilakukan didaerah pasar Klitikan dan pada tanggal 31 Mei 2015.
Subjek Riset
Subjek yang menjadi narasumber riset ini adalah penjual onderdil bekas yang bernama Fajar, umur 35 tahun.
Hasil Riset
Awalnya penjual onderdil bekas berjualan di daerah Blingharjo, namun ketika mengetahui konsumen lebih ramai datang di pasar Klitikan penjual memutuskan untuk berpindah dan berjualan di daerah pasar Klitikan mulai dari tahun 2008.
Untuk memdapatkan onderdil bekas yang akan dijual, penjual bekerja sama dengan teman-temannya sesama penjual onderdil motor ataupun dengan para pemilik bengkel. Sistem kerja sama antar mereka adalah  sistem barter, saling tukar menukar alat onderdil. Jika salah satu membutuhkan maka yang lainnya juga akan menyediakan alatnya.
Untuk persaingan antar penjual onderdil yang ada di pasar Klitikan, penjual merasa persaingannya standar dan wajar. Karena di pasar Klitikan onderdil motor yang dijual bukan hanya onderdil bekas, namun ada yang baru dan dengan harga yang berbeda pula. Tergantung pembeli minat untuk mencari dan memilih onderdil yang baru ataupun yang bekas namun kualitasnya masih bisa untuk digunakan.
Kesimpulan
Adanya kerja sama antar penjual onderdil dengan para penjual lain dan pemilik bengkel. Sistem kerja sama yang mereka bangun adalah barter saling tukar-menukar alat onderdil motor bekas yang mereka jual.

Oleh : Heni lusiawati (131005079)

Laporan Penelitian Riset Pasar : Riset Lapangan tentang Pasar Mobil Bekas di daerah TVRI


Laporan Penelitian Riset Pasar : Riset Lapangan tentang Pasar Mobil Bekas di daerah TVRI
I.                   Introduksi
Pasar mobil bekas di area depan TVRI ini bermula dari tahun 2003, awalnya pasar mobil bekas ini berada di daerah Bernas. Para penjual mobil bekas ini sangat beragam, mulai dari daerah kota Yogyakarta sendiri maupun daerah luar Yogyakarta. Dalam riset lapangan yang dilakukan peneliti saat ini fokus yang ingin dicari adalah tentang kegiatan pemasaran dari mobil bekas dan trend mobil yang banyak dicari pembeli untuk tahun ini.


II.            Tujuan Penelitian
Riset ini bertujuan untuk mengetahui tentang kegiatan pemasaran dari mobil bekas dan trend mobil yang banyak dicari pembeli untuk tahun ini.
III.             Subjek penelitian
Subjek penelitian adalah para penjual dari mobil bekas dan pembeli.
IV.             DESKRIPSI HASIL RISET
·         Pendapat (argumen) dari para penjual mobil
Kondisi pasar saat ini sangat berbeda dengan kondisi pasar ketika dua atau tiga tahun yang lalu. Hal itu disebabkan karena untuk saat ini para pesaing semakin banyak dan jumlah pembeli mulai menurun. Sehingga dengan fenomena yang terjadi ini menyebabkan antara supply dan demand mobil bekas tidak seimbang, banyak mobil yang dijual dan ditawarkan namun permintaan (pembeli) hanya sedikit dan berkurang.
Pada waktu dua atau tiga tahun yang lalu per bulan mobil dapat laku sampai 8 unit, namun untuk saat ini mobil hanya dapat laku 2 unit penjual sudah sangat beruntung. Faktor yang menyebabkan sepinya pembeli diakibatkan karena biaya hidup yang semakin tinggi dan membuat mayarakat kurang berminat untuk membeli mobil. Adapun yang menyebabkan ramainya pembeli ketika waktu menjelang lebaran ataupun hari raya.
Hampir semua narasumber mengatakan trend mobil yang sangat dicari pembeli untuk tahun ini adalah mobil jenis niaga (seperti Avansa, Xenia). Alasan mereka mobil niaga sangat dicari pembeli karena pembeli suka mencari mobil yang ukuran lebih besar dan muat untuk sekeluarga (banyak), harga mobil niaga sangat strategis dan relatif murah (harga menengah kebawah), harganya berkisar Rp. 100.000.000,00. Selain itu yang mempengaruhi pembeli untuk membeli mobil niaga juga disebabkan karena ajakan dari teman ataupun tetangga yang menganjurkan untuk membeli mobil dengan tipe dan merk yang sama seperti mobil mereka.
Masalah penentuan harga mobil bekas otomatis menyesuaikan dengan informasi harga dari mobil baru, untuk perbedaan harga antar penjual selisihnya hanya sekitar 0-5.000.000. Antara pembeli yang menawar diluar dengan pembeli yang ada di daerah pasar harga yang ditawarkan juga berbeda. Untuk pembeli yang langsung menawar diluar diberi harga yang lebih murah (relatif lebih rendah) dibanding dengan harga pasar.
·         Pendapat (argumen) dari para pengunjung pasar mobil (calon pembeli)
Menurut pembeli masalah penentuan harga mobil bekas memang harus menyesuaikan dengan harga mobil baru. Selain itu menurut pembeli penjual ketika menentukan harga pasaran mobil tergantung dari harga pasar dan kondisi ekonomi indonesia. Jika kondisi ekonomi indonesia menurun penjual seharusnya memasang harga mobilnya relatif rendah juga, agar nantinya yang awalnya pembeli hanya berniat 50% ingin membeli mobil berubah menjadi 100% membeli mobil tersebut.
Pembeli juga mengatakan trend mobil yang diinginkan dan saat ini jadi favorit adalah mobil niaga (seperti Xenia, Avansa). Alasannya karena dengan membeli mobil niaga selain harganya lebih murah dan masih menjangkau, pembeli juga sangat diuntungkan karena mobil niaga sangat memungkinkan dapat menampung banyak penumpang minimal untuk pergi sekeluarga.
KESIMPULAN
Pasar mobil bekas saat ini keadaannya sangat berbeda dengan dua tiga tahun lalu, untuk saat ini antara supply dan demand mobil bekas sangat berbeda drastis. Banyak penjual yang menawarkan mobilnya, namun jumlah pembeli saat ini menurun.

Oleh : Heni lusiawati (131005079)

Jumat, 29 Mei 2015

RISET PASAR : PELAYANAN TOKO FOTO KOPI


INTRODUKSI
Toko foto kopi merupakan salah satu bisnis yang keuntungannya lumayan besar dan mudah untuk dijalankan, apalagi jika toko foto kopi tersebut didirikan di daerah yang sangat strategis yaitu dekat dengan kampus ataupun sekolah-sekolah. Toko foto kopi menjadi salah satu tempat yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya mahasiswa untuk membantu mempermudah tugas ataupun keperluan data yang dibutuhkan mereka.
Berkembangnya bisnis foto kopi ini harus diimbangi dengan fasilitas dan pelayannya yang ditawarkan juga berkualitas, jika fasilitas yang ditawarkan tidak memuaskan bagi pengguna (konsumen) maka dampaknya bagi pemilik toko adalah sebuah kerugian dan akan menghilangkan tingkat kepercayaan dari pengguna agen jasa dari foto kopi tersebut (Freddy Rangkuti, 2002: 17).
Dari penjelasan fenomena diatas maka peneliti hanya ingin mengambil dan melakukan  fokus penelitiannya yaitu ingin membuktikan persepsi masyarakat khususnya para mahasiswa tentang pelayanan toko foto kopi yang mereka gunakan selama menjalani studinya sampai saat ini.
TUJUAN DAN MANFAAT RISET
Riset ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tentang pelayanan yang diberikan oleh toko foto kopi untuk para konsumen (pelanggannya). Serta riset ini juga memberikan manfaat bagi para pemilik toko foto kopi karena hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan bisnis usahanya melalui pelayanan yang mereka kembangkan dan mereka optimalkan.
METODE RISET
Ø  Teknik Pengambilan Sampel
Sampel responden yang dijadikan pada penelitian ini adalah para mahasiswa UAJY yang pernah menggunakan jasa foto kopi. Teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah random sampling dengan 30 responden sebagai sampel.
Ø  Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipilih peneliti adalah dengan kuesioner, kuesioner dianggap memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data mengingat sampel yang dipilih adalah mahasiswa UAJY yang sangat banyak jumlah mahasiswanya.
Ø  Tempat dan Waktu Riset
Riset dilakukan di daerah kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Waktu riset pada tanggal 26 Mei 2015.

HASIL OLAH DATA


Keterangan gambar  1 : dari 30 responden peneliti memberi item pertanyaan yaitu apa alasan yang paling mendasari memilih foto kopi ditempat yang mereka gunakan jasanya? Dan jawaban mereka menunjukkan bahwa presentase yang paling sedikit dengan 6,67% menjawab karena harga mahal dan hasilnya maksimal sesuai keinginan. Sedangkan presentase yang paling tinggi menjawab harganya murah dan terjangkau dengan presentase 56,67%.



Keterangan gambar 2  : dari 30 responden peneliti memberi item pertanyaan yaitu bagaimana pelayanan yang diberikan oleh pemilik foto kopi. Dan jawaban responden menunjukkan bahwa presentase paling sedikit 26,67% menunjukkan jawaban pelayanannya sedang, kemudian presentase yang paling tinggi dan keduanya sama adalah  jawaban kurang memuaskan, karena sangat lama pelayanannya dan alasan Sangat bagus pelayanannya karena cepat dengan presentase sama 36,67%.




Keterangan gambar 3 : dari 30 responden peneliti memberi item pertanyaan yaitu apakah anda pergi ke tempat foto kopi karena ajakan teman kuliah. Dan jawaban mereka menunjukkan presentase yang paling rendah adalah jawaban iya mereka diajak oleh temannya dengan presentase 40%. Sedangkan 60% menjawab mereka tidak diajak oleh temannya.



Keterangan gambar 4 : dari 30 responden peneliti memberi item pertanyaan yaitu Apa yang paling anda harapkan dari pelayanan yang diberikan tempat foto kopi.........mohon sertakan alasannya. Jwaban responden menunjukkan presentase yang paling rendah adalah jawaban pelayanan yang ramah dari penjuan, Sedangkan presentase yang paling tinggi adalah jawaban harganya lebih murah lagi dengan presentase 46,67%.
KESIMPULAN
Dari hasil olah data yang telah dijelaskan bahwa yang diinginkan oleh para pengguna (konsumen) toko foto kopi adalah toko foto kopi memberikan harga yang relatif murah dan sesuai standar.  Pelayanan yang diberikan harus lebih baik, lebih cepat dan lebih ramah.
REKOMENDASI
Toko foto kopi memberikan harga yang relatif murah dan sesuai standar dan pelayanan yang diberikan harus lebih baik, lebih cepat dan lebih ramah.
REFERENSI
Buchari, Alma. 2008. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.

Oleh : Heni lusiawati (131005079)

Artikel Riset Pasar Strategi Pemasaran Produk Perusahaan


Artikel Riset Pasar
Strategi Pemasaran Produk Perusahaan

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk memepertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan perkembangan usahanya dan mendapatkan laba. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan tergantung pada kemampuan dan kehalian di bidang pemasaran. Dalam pencapaian tujuan perlu adanya strategi pemasaran yaitu suatu rencana yang dimiliki oleh suatu perusahaan sebagai pedoman bagi kegiatan-kegiatan pemasaran guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan (Basu Swasta & Irawan, 1990).
Dalam memulai menjalankan suatu usaha perlu adanya rencana strategi pemasaran pendahuluan untuk memperkenalkan produk baru itu ke pasar. Rencana tersebut terdiri dari tiga bagian pertama pemosisian produk, pangsa pasar. Bagian kedua tentang strategi distribusi dan anggaran . Bagian ketiga melakukan strategi bauran pemasaran yaitu strategi tentang harga, distribusi, produk, promosi yang akan dijalankan oleh sebuah perusahaan (Fandy Tjiptono, 2008).
Strategi pemasaran merupakan pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya Bennett dalam Fandy Tjiptono ( 2008). Sementara itu Tull dan Kahle dalam Fandy Tjiptono (2008) mendifinisikan strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang diguakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.
Pada dasarnya strategi pemasaran memberikan arah dalam kaitannya dengan variabel-variabel seperti segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, positioning elemen bauran pemasaran, dan biaya bauran pemasaran. Strategi pemasaran merupakan bagian integral dari strategi bisnis yang memberikan arah pada semua fungsi manajemen suatu organisasi.
Pemasaran sebuah produk sangat penting dilakukan secara terus-menerus demi menjaga eksistensi penerimaan produk di dalam masyarakat. Dengan adanya pemasaran inilah masyarakat akan selalu tahu dan akan memutuskan mau sertaingin untuk membeli produk tersebut. Dengan inilah perusahaan akan mendapatkan keuntungan dengan sendirinya.
Oleh : Heni lusiawati (131005079)

Rabu, 27 Mei 2015

ARTIKEL RISET PASAR PENGARUH NILAI BUDAYA DALAM POLA KONSUMSI MASYARAKAT



ARTIKEL RISET PASAR
PENGARUH NILAI BUDAYA DALAM POLA KONSUMSI MASYARAKAT
Budaya dapat mempengaruhi pola konsumsi dalam masyarakat. Hal ini diakibatkan karena adanya larangan, hukuman, tekanan, ataupun paksaan dari nilai budaya msyarakat tersebut untuk mempengaruhi pola dan bentuk yang terorganisir dari individu dan masyarakat dalam berbagai cara dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya (Blackwell dan miniard, 1995).
Komponen budaya sendiri dapat berupa agama dan kepercayaan, sistem hukum baik dalam hukum adat ataupun hukum negara, dan nilai adat istiadat dalam masyarakat. Pengaruh budaya terhadap konsumsi dapat di lihat pada perilaku individu dan masyarakat dalam memutuskan membeli sebuah produk (berkonsumsi), keputusan mereka senantiasa di sesuaikan dengan tuntunan nilai budaya yang mereka anut dan mereka percayai.
Salah satu contoh fenomena pola konsumsi masyarakat yang dipengaruhi nilai budaya adalah ketika seorang muslim diharamkan (dilarang) mengkonsumsi minuman beralkohol dikarenakan keyakinannya, bahwa hal tersebut dilarang oleh agama. Jika masih mengkonsumsi atau melakukan perbuatan yang di larang oleh agama, maka akan mendapatkan dosa. Dengan adanya larangan dari nilai agama yang mereka anut inilah yang membatasi serta melarang mereka untuk memutuskan membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol.
Dari fenomena yang telah dijelaskan maka pola konsumsi masyarakat sangat memungkinkan dipengaruhi oleh nilai budaya yang mereka anut dan mereka percayai. Nilai budaya tersebut digunakan sebagai pedoman dan patokan ketika mereka ingin memutuskan membeli sebuah produk (konsumsi). Jika nilai budaya masyarakat mengijinkan dan membolehkan seseorang untuk mengkonsumsi sebuah produk, maka mereka juga akan membeli produk tersebut. Serta sebaliknya jika nilai budaya masyarakat tidak membolehkan membeli sebuah produk, maka mereka juga tidak akan berani untuk membeli produk tersebut.
Sumber :
http://dzuriyatunthoyibh.blogspot.com/2012/03/pengertian-kebudayaan.html. Diakses pada tanggal 25 Mei 2015. Pukul 21.00 WIB.
OLEH : Heni lusiawati (131005079)

Kamis, 14 Mei 2015

Laporan Penelitian Riset Pasar : Analisis Perilaku Konsumen ketika Memilih Merk Sepeda Motor


Laporan Penelitian Riset Pasar : Analisis Perilaku Konsumen ketika Memilih Merk Sepeda Motor
oleh : Heni lusiawati (131005079)
I.                   INTRODUKSI
perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan individu maupun kelompok yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan untuk memperoleh dan menggunakan suatu produk yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor (Loudon, 1990). Sepeda motor saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Hampir semua kalangan mempunyai sepeda motor untuk mempermudah kegiatan sehari-hari mereka. Dengan fenomena ini peneliti ingin melakukan penelitiannya yaitu tentang perilaku konsumen ketika mereka memilih merk sepeda motor yang mereka beli, peneliti ingin mencoba mencari alasan yang mendasari konsumen ketika memilih dan sekaligus membeli merk sepeda motor mereka.
II.                Tujuan dan Manfaat Penelitian
a.       Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah mengetahui tentang perilaku konsumen ketika memilih untuk membeli merk sepeda motor.
b.      Manfaat dari penelitian yang akan dilakukan ini hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi produsen agar mengetahui siapa sebagai subjek konsumen yang mereka miliki dalam dunia pasar.
III.             KERANGKA TEORI
Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan kegiatan individu yang terlibat dalam pemilihan, evaluasi, perolehan, penggunaan dan mendpatkan barang dan jasa Loudon & Della Bitta). Dengan memahami motivasi konsumen ini maka pemasar akan dapat menyusun rangsangan pemasaran secara lebih baik. Perilaku yang bermotivasi diawali dengan pengenalan kebutuhan (Engel, Backwell, Miniard, 1993). Kebutuhan yang dirasakan akan membangkitkan untuk berperilaku yang diperkirakan memiliki kemungkinan terbesar untuk memenuhi kebutuhan tertentu (Bayton, 1982). Kebutuhan yang dirasakan akan diekspresikan dalam perilaku pembelian dan konsumsi (Engel, Blackwell, Miniard, 1993). Jadi dengan kata lain setiap perilaku / kegiatan seseorang diarahkan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam memperoleh kepuasan sedangkan motivasi yang memberi tenaga, menggerakkan, mendorong agar seseorang berperilaku. Sehingga perilaku yang dimunculkan oleh konsumen adalah merupakan perwujudan dari adanya motivasi dari dalam diri konsumen tersebut. Perilaku yang dapat diamati oleh pemasar adalah seperangkat dari keputusan pemilihan suatu produk yang dibeli untuk pemenuhan atas kebutuhan.
IV.             METODE PENELITIAN
·         Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif survei. Melalui penelitian survei lebih memudahkan peneliti memperoleh data untuk mencari pendapat dari responden sendiri.
·         Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu menyebarkan kuesioner. Peneliti menggunakan kuesioner untuk memudahkan mendapatkan data sesuai dengan tujuan penelitiannya sendiri.
·         Analisa data
Analisa data menggunakan deskriptif kuantitatif (Idrus, 2009 : 169). Analisa data penelitian juga dibantu dengan menggunakan SPPS untuk memudahkan peneliti dalam mengolah data yang telah didapat.
·         Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan didaerah desa Wotsogo Jatirogo Tuban, sedangkan waktu penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2015.

V.                Hasil Olah Data
Pengeluaran perbulan * Apakah anda membeli Sepeda Motor tersebut karena diajak oleh keluarga anda Crosstabulation
Count

Apakah anda membeli Sepeda Motor tersebut karena diajak oleh keluarga anda
Total
IYA
TIDAK
Pengeluaran perbulan
Dibawah  1.000.000
10
0
10
Antara 1.000.000-2.000.000
7
6
13
Antara 2.000.000-3.000.000
3
4
7
Total
20
10
30
Keterangan Gambar 1 : dari hasil uji Crosstab yang menghubungkan tentang pertanyaan pengeluaran perbulan dengan pertanyaan apakah anda membeli sepeda motor tersebut karena diajak oleh keluarga anda. Hasilnya menunjukkan bahwa pengeluaran yang dibawah 1.000.000 menjawab iya diajak oleh keluarga. Selanjutnya pengeluran yang paling tinggi antara 2.000.000 sampai 3.000.000 menjawab tidak dipengaruhi oleh keluarga ketika membeli sepeda motor.

Pekerjaan * Apa merk Sepeda Motor yang anda beli Crosstabulation

Apa merk Sepeda Motor yang anda beli
Total
BEAT
SUPRA
MIO
Pekerjaan
PNS
Count
1
5
3
9
% of Total
3,3%
16,7%
10,0%
30,0%
SWASTA
Count
3
1
4
8
% of Total
10,0%
3,3%
13,3%
26,7%
WIRASWASTA
Count
6
1
1
8
% of Total
20,0%
3,3%
3,3%
26,7%
IBU RT
Count
2
2
1
5
% of Total
6,7%
6,7%
3,3%
16,7%
Total
Count
12
9
9
30
% of Total
40,0%
30,0%
30,0%
100,0%

Keterangan Gambar 2 : hasil crosstab dari jenis pekerjaan dan merk sepeda motor yang dibeli menunjukkan bahwa PNS memilih jawaban terbanyak yaitu motor supra yang dibeli, pekerja swasta banyak memilih motor Mio, pekerja Wiraswasta memilih jawaban motor Beat yang dibeli, dan Ibu rumah tangga memilih jawaban antara motor Beat dan Supra.

Keterangan Gambar 3 : peneliti memberikan pertanyaan kepada 30 responden tentang apakah anda membeli sepeda motor diajak keluarga? Jawabannya menunjukkan bahwa 66,67% menjawab iya dan sisanya 33,33% menjawab tidak.
KESIMPULAN
Dari hasil olah data yang telah dijelaskan menunjukkan bahwa responden ketika membeli produk sepeda motor diajak oleh keluarganya. Selain itu dalam olah data tersebut juga menunjukkan bahwa responden membeli sepeda motor disesuaikan dengan jenis pekerjaannya. Seperti PNS lebih memilih motor Supra yang dibeli.